Kepercayaan?
Jujur? Kayanya enak banget buat diucapin lewat mulut. Janji? Mudah banget kita
ngeluarin janji-janji palsu kita lewat mulut yang harusnya hanya mengeluarkan
yang baik-baik. Ya begitulah manusia sangat sulit untuk di beri kepercayaan,
jujur dan juga untuk menepati janji. Sebenarnya segala sesuatunya jadi mudah
dan aman kalau kita bisa ngelakuin 3 hal diatas. Ngucapinnya emang gak sulit. Tapi
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari yang sangat sulit diterapkan.
Sulit
memang memberikan kepercayaan kita kepada orang lain. Jangan kan dengan orang
yang baru dikenal, dengan saudara sekandung yang jelas jelas sedarah pun sulit
untuk memberikan kepercayaan. Karena udah sifat manusia sangat menyepelekan
kepercayaan yang udah diberikan. Padahal kepercayaan itu sangat mahal harganya.
Jika sudah sekali orang tidak percaya, maka akan sulit kedepannya orang akan
percaya lagi. Kecuali jika orang itu cinta anmau memaafkan. Mungkin lain lagi
masalahnya.
Kita
juga gak bisa sembarang memberikan kepercayaan atau percaya sama orang. Karena kita
belum tau apa yang ada dikepala orang masing-masing. Syukur-syukur kalau
niatnya baik. Tapi kalau niatnya jahat, itu yang bahaya. “Musuh dalam selimut”
itu tepatnya bagi teman yang pengen jahatin kerabatnya senidiri.
Jujur?
Ini juga nilai berharga lainnya yang harus kita punya. Ita harus bisa mencontoh
nabi muhammad Saw yang mendapat glar Al-Amin. Memang sangat sulit untuk bisa
seperti nabi Muhammad. Tapi cobalah mulai diri sendiri, jujur lah dengan diri
sendiri dulu. Mulai dari hal yang kecil, kita juga gak bisa maksaain selalu
jujur. Tapi belajarlah. Insya allah ada jalan kalau emang kita mau jujur. Karena
jujur itu sungguh satu modal yang sangat besar. Banyak orang jujur yang menjadi
orang kepercayaan atau biasa disebut “tangan kanan” dari orang-orang besar yang
berkuasa. Padahal dari segi pendidikan orang-orang ini tidak terlalu tinggi,
tapi karena kejujurannya lah maka ditinggikan lah derajatnya oleh Allah SWT.
Janji.
Ini lah hal yang paling sering kita ucapkan, tapi sangat sulit kita laksanakan.
Contoh : “ aku janji ah bakal puasa full sebulanan dibulan Ramadhan” tapi toh
kenyataannya banyak puasanya yang bolong-nolon. Naujubillahiminjalik.
Ini lah janji, manis awalnya, pahit akhirannya.
Diawal-awal sih emang manis banget rasanya tuh janji, tapi kalo akhirnya gak
sesuai dengan kenyataan pasti banyak orang yang menyumpah. Maka dari itu
berpikirlah matang-matang sebelum membuat janji. Janji apapun itu dan sekecil
apapun janji itu. Karena jika kita memaksakan ego, maka kita sendiri yang akan
merugi.
Jadi,
3 hal diatas harus kita pegang kuat-kuat supaya dikehidupan ini derajat kita
bisa ditinggikan oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar