Pages

Jumat, 08 Juni 2012

Trust

          Kepercayaan? Jujur? Kayanya enak banget buat diucapin lewat mulut. Janji? Mudah banget kita ngeluarin janji-janji palsu kita lewat mulut yang harusnya hanya mengeluarkan yang baik-baik. Ya begitulah manusia sangat sulit untuk di beri kepercayaan, jujur dan juga untuk menepati janji. Sebenarnya segala sesuatunya jadi mudah dan aman kalau kita bisa ngelakuin 3 hal diatas. Ngucapinnya emang gak sulit. Tapi aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari yang sangat sulit diterapkan.
          Sulit memang memberikan kepercayaan kita kepada orang lain. Jangan kan dengan orang yang baru dikenal, dengan saudara sekandung yang jelas jelas sedarah pun sulit untuk memberikan kepercayaan. Karena udah sifat manusia sangat menyepelekan kepercayaan yang udah diberikan. Padahal kepercayaan itu sangat mahal harganya. Jika sudah sekali orang tidak percaya, maka akan sulit kedepannya orang akan percaya lagi. Kecuali jika orang itu cinta anmau memaafkan. Mungkin lain lagi masalahnya.
          Kita juga gak bisa sembarang memberikan kepercayaan atau percaya sama orang. Karena kita belum tau apa yang ada dikepala orang masing-masing. Syukur-syukur kalau niatnya baik. Tapi kalau niatnya jahat, itu yang bahaya. “Musuh dalam selimut” itu tepatnya bagi teman yang pengen jahatin kerabatnya senidiri.
          Jujur? Ini juga nilai berharga lainnya yang harus kita punya. Ita harus bisa mencontoh nabi muhammad Saw yang mendapat glar Al-Amin. Memang sangat sulit untuk bisa seperti nabi Muhammad. Tapi cobalah mulai diri sendiri, jujur lah dengan diri sendiri dulu. Mulai dari hal yang kecil, kita juga gak bisa maksaain selalu jujur. Tapi belajarlah. Insya allah ada jalan kalau emang kita mau jujur. Karena jujur itu sungguh satu modal yang sangat besar. Banyak orang jujur yang menjadi orang kepercayaan atau biasa disebut “tangan kanan” dari orang-orang besar yang berkuasa. Padahal dari segi pendidikan orang-orang ini tidak terlalu tinggi, tapi karena kejujurannya lah maka ditinggikan lah derajatnya oleh Allah SWT.
          Janji. Ini lah hal yang paling sering kita ucapkan, tapi sangat sulit kita laksanakan. Contoh : “ aku janji ah bakal puasa full sebulanan dibulan Ramadhan” tapi toh kenyataannya banyak puasanya yang bolong-nolon. Naujubillahiminjalik.
Ini lah janji, manis awalnya, pahit akhirannya. Diawal-awal sih emang manis banget rasanya tuh janji, tapi kalo akhirnya gak sesuai dengan kenyataan pasti banyak orang yang menyumpah. Maka dari itu berpikirlah matang-matang sebelum membuat janji. Janji apapun itu dan sekecil apapun janji itu. Karena jika kita memaksakan ego, maka kita sendiri yang akan merugi.
          Jadi, 3 hal diatas harus kita pegang kuat-kuat supaya dikehidupan ini derajat kita bisa ditinggikan oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar