Pages

Rabu, 19 Juni 2013

Kemana "waktu" kita?



Pernah gak ngerasa kalo waktu berasa cepet banget, kerasa detik di jam lebih cepat dari biasanya. Kita merasa dikejar-kejar sama waktu. Biasanya kalo udah ngerasa yang begini bawaan nya jadi jenuh dan bete, pasti. Kerjaan jadi ala kadarnya gak fokus, pengen nya cepat selesai, karena ngerasa masih banyak kerjaan lain yang belum selesai, sedangkan waktu gak bisa kompromi nih. Nah ini nih tanda-tanda krisis waktu. Kita berharap bisa diberi waktu lebih dari 24 jam, bahkan kalau bisa gak dikasih capek biar kerjaan semuanya selesai dengan tepat dan cepat.

Nah itu yang saya rasain minggu kemaren, perasaan semuanya pada mumet, pada ribet, semuanya pada urgent.  Ternyata setelah dipikir-pikir diwaktu santai gini, semuanya bisa aman terkendali kok kalo dimanajemen dengan baik. Minggu kemaren perasaan gak ada habis-habisnya, merasa jadi orang tersibuk didunia. Udah gak tau lagi ada berita hangat apaan di tv. Berita arie wibowo nabrak kakek-kakek aja taunya dari cerita teman-teman. Jadi ngerasa anti-sosial gitu gak tau dunia luar, selalu sibuk dengan dunia sendiri. Gak bagus juga sih begini terus.

Emang sih kalo udah fokus sama kerjaan, suka lupa waktu. Kadang gak merhatiin hal-hal yang gak mendukung kerjaan kita. Kesannya jadi orang yang selfish gitu, ya emang sih. Saya aja sibuk berkutat dengan angka-angka yang sebenarnya bikin mual. Seminggu penuh kemaren saya fokus belajar buat uas & tugas-tugas yang susahnya tiada tara. Itu tugas full angka yang liatnya aja bikin gak nafsu makan. Ya tapi itulah pilihan hidup, harus survive.

Bayangin aja, udah jarang banget tv di kamar nyala. Sebulan sekali mungkin, itu kalo ingat dinyalain, gimana mau berita dunia luar. Buat dengarin lagu-lagu kesukaan di hp aja gak sempet, padahal katanya musik bisa ngerubah mood kita, bisa bikin semangat juga. Apalagi koleksi film yang ada di HDD? Jangan ditanya. Dari ratusan koleksi film saya, baru beberapa yang sudah ditonton sampai habis, kurang dari seperempatnya mungkin. Jadi ngerasa bersalah aja sama all of the things that supposed make me happy. Asik kan?hahaha

Banyak lah hal-hal yang seharusnya bisa saya lakuin dengan sepenuh hati, yang sebenarnya hal yang saya lakuin itu gak kalah penting nya buat keseharian saya. Tapi tetap, prinsip saya kebutuhan lah yang utama. Apapun yang saya lakukan memang kebutuhan saya. Alhamdulillah kebutuhan saya saat ini juga termasuk keinginan saya, jadi gak terlalu pusing buat menuhin keinginan yang gak ada habisnya.

Kembali ke masalah waktu. Kata orang-orang besar sih, kalau kita bisa memanajemen waktu kita baik, berarti kita sudah bisa memanajemen hidup kita dengan baik pula. Iya bener sih, kita ambil contoh satu aja. Pernah kepikir gak gimana para penemu,profesor menjalani hidup mereka? Apa mereka cuman makan sekali seminggu? Mandi cuman sebulan sekali? Gak se epic itu juga kan? Mereka juga manusia biasa yang punya kebutuhan dan keinginan yang sama dengan kita, bedanya kerjaan mereka aja yang beda dari kita. Iya gak? Memang sangking sibuknya om thomas alfa edison buat nemuin lampu, si doi jadi anti-sosial, nerd, gak tau dunia luar? Gak kan? Malah biasa orang-orang cerdas itu wawasan dan pergaulannya lebih luas dari yang kita kira. Jangan remehkan para kutu buku ya!

Nah, sekarang kita liat diri kita? Masa sih gak mampu kaya orang-orang hebat yang kita idolakan selama ini? ini cuman masalah waktu dan kerja keras. Untuk saya sendiri, padahal saya cuman menempuh S1 teknik kimia, kerja gak, nyantai ya lumayan lah, tapi selalu aja ngerasa kekurangan waktu, selalu capek, selalu ngeluh. Sebenarnya yang salah saya sendiri, kurang strategi buat ngejalanin semua ini. jadi, sebelum kita menyalahkan orang lain, liat lah dulu diri sendiri, sudah benarkah kita?

Setiap orang dikasih jatah yang sama setiap harinya. iya kan? sama-sama dikasih 24 jam sehari sama tuhan. tapi setiap orang punya caranya masing-masing dalam menjalani waktunya. nah, kita memilih jalan yang seperti apa? iya hidup ini penuh pilihan.

Sangking saya ngerasa kekurangan waktu level akut, saya membeli buku-buku buat manajemen waktu. Dan hasilnya, GAGAL. Kenapa? Iya saran-saran dan tips-tips yang ada terlalu mainstream dan terlalu umum. Ada sih satu buku yang lumayan bagus, beberapa saranya bisa saya pakai selama ini. lumayan kerasa lah efeknya. Jadi mau tau gimana caranya biar gak krisis waktu? 

Ini tips-tips simple dari saya gimana menghadapi krisis waktu dan membuat hari-hari kamu lebih simple dan bermakna :

  • Tentukan prioritas utama dalam kehidupan kita. Tentukan mana yang harus didahulukan dari yang lainnya, hal ini akan mempermudah kita membuat jadwal yang harus kita jalankan

  • Buatlah jadwal/schedule, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Masing-masing orang pasti tau mana yang prioritas utama dan mana yang bukan. Jadwal yang dibuat bukan hanya untuk di pandangi dengan indahnya, jika kita sudah membuat plan untuk hari/minggu ini, pasti terbayang langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk memenuhi plan-plan tersebut

  • Disiplin. Usahakan disipilin dalam hal apapun. Mulai dari makan, mandi, dan hal-hal kecil lainnya. Disiplin disini termasuk “On time”. Usahakan mentaati jadwal yang kita buat sendiri.

  • Hargai waktu. Hargai waktu seberapa pun itu. Apalagi waktu senggang, gunakan itu sebaik mungkin, gunakan untuk hal-hal yang belum bisa anda lakukan jika berada diwaktu sibuk.

  • Luangkan waktu. Sesibuk apapun aktivitas kita, kita wajib meluangkan waktu sedikit untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. Ini wajib!

  • Yang terakhir, nikmati harimu. Lakukan lah yang terbaik, kapan pun dan dimanapun itu, sebaik mungkin yang bisa kita lakukan, insya allah hasilnya tidak bakal mengecewakan. Enjoy your day. Jangan terlalu banyak mengeluh dan menggerutu tentang hidup kita. Hari-hari kita terasa lebih enjoy,berwarna,santai. Jadilah orang yang positif

Tips-tips diatas sih, biasa yang saya lakukan. Bukan ngambil dari buku atau artikel-artikel. Jadi berdasarkan praktek dan pengalamn pribadi. Boleh dicoba, dan boleh tidak. hehehe

Ingat ya, waktu itu investasi terbesar dalam hidup kita. Waktu itu yang menunjukan semuanya. Jangan sia-siain waktu yang ada, banyak orang menyesal di akhir, dan berharap waktu kembali kemasa lalu biar bisa mengulang semuanya dan memperbaiki masa lalunya, tapi itu semua hanya mimpi. Waktu terus berjalan, waktu gak bisa  nunggu kita sedetik pun, kita yang terus berpacu dengan waktu, sedetik kedepan pun gak ada yang tau apa yang akan terjadi. Terus optimis dan berusaha yang terbaik, jangan lupa selalu berdoa.

Jumat, 07 Juni 2013

Sumber Energi, sumber masalah


Save our earth? Istilah ini sudah mendunia. Ternyata? Realisasinya saja masih jauh dari harapan.
Sebelum kita melihat ke dalam skala yang lebih besar, mari kita lihat diri kita sendiri. Sudahkah kita mencerminkan manusia yang peduli akan bumi sebagai tempat tinggal kita? Atau yang lebih familiar disebut dengan “ save our earth”
Banyak buku, artikel, penelitian dan tindakan langsung mengenai bagaimana kelangsungan hidup dan masa depan bumi kita ini. Banyak pendapat yang berbeda, ada pro & kontra, itu sudah hal yang biasa. Sangat banyak orang yang setuju dan mendukung adanya gerakan “ save our earth” namun tidak sedikit orang atau sebagian kelompok yang tidak setuju atau apatis terhadap kelangsungan bumi kita ini.
Banyak bencana alam dan ketidak seimbangan iklim atau krisis iklim yang kita alami dalam beberapa dekade ini. Krisis iklim salah satu yang kita hadapi saat ini, yang sebenarnya merupakan hasil dari akumulasi polusi yang terjadi beberapa dekade lalu.
Sangat banyak hal yang menggangu kestabilan bumi kita. Penyebabnya  mulai dari limbah mahluk hidup, sampai limbah industri-industri besar, yang bisa dipastikan semua karena perbuatan manusia. Namun hal yang paling mengancam, dari kestabilan bumi kita adalah makin panasnya suhu bumi (global warming) dan semakin menipisnya lapisan ozon di pada atmosfer. Banyak hal yang mengakibatkannya pemanasan global dan menipisnya lapisan ozon. Penyebab yang paling besar adalah polusi. Entah itu polusi dalam skala kecil maupun skala besar.
Polusi-polusi ini kebanyakan dihasilkan pada sektor-sektor pembangkit listrik, industri, pertanian, deforestasi, dan transportasi.  
Pemanasan global masalah yang dihadapi di setiap negara di dunia. baik negara besar maupun negara yang sedang berkembang, semua terkena dampaknya dan semua turut ikut menyumbang polusi penyebab terjadinya pemanasan global.
Semua turut berpartisipasi dalam memberikan polusi dalam jumlah yang yang tidak sedikit dan ini merupakan sebuah ancaman bagi kelangsungan hidup seluruh penghuni bumi.
Hal yang paling mendasar dalam sistem tatanan kehidupan kita adalah sumber energi. Sumber utama terbesar dari polusi pemanasan global buatan manusia adalah produksi energi dari bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil sangat berpengaruh dalam pemanasan global. Jika kita mampu mendapatkan pengganti yang setara dengan bahan bakar fosil, maka penggunan bahan bakar fosil dapat dikurangi. Ada bermacam-macam sumber energi yang kita gunakan, ada berbagai macam pula cara pengolahan dan yang paling penting efeknya. Sumber energi ini kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti sumber listrik,  alat transportasi, dll.
Dari bermacam-macam sumber energi yang kita gunakan, hampir separuhnya berpotensi untuk menyumbang karbon ke atmosfer. Ada beberapa zat kimia penyebab pemansan global, yaitu menumpuknya unsur karbon dioksida (CO2), metana (CH4), karbon hitam (jelaga) dll. 2 zat tersebut yang berpengaruh besar dalam proses pemanasan global.
Karbon dioksida masuk ke atmosfer dari proses dan pembakaran batu bara (dan bahan bakar fosil lain) untuk listrik dan pemanasan di beberapa negara maju. Metana yang lebih sedikit kadarnya di udara tetapi mempunyai pengaruh rumah kaca (pemanasan global) yang jauh lebih banyak dibanding karbon dioksida. Gas metana banyak berasal dari sumber-sumber perternakan, pengolahan padi, limbah yang terurai di tempat pemrosesan akhir. Lebih dari separuh pelepasan metana ke atmosfer yang dibuat manusia terjadi di bidang pertanian dan peternakan, yang  berasal dari proses pengerjaan pertanian, kotoran ternak, dan penanaman padi.
Sumber terbesar karbon hitam adalah pembakaran biomassa, khususnya pembakaran hutan dan padang rumput, yang kebanyakan untuk membersihkan lahan untuk pertanian. Indonesia sebagai negara kedua penyumbang karbon hitam terbanyak ke atmosfer, diurutan pertama ada Brazil dan diurutan ke 3 ada Afrika Tengah. Padahal negara kita dikenal dengan negara agraris dan dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia yang memiliki hutan masih sangat terjaga keasliannya. Ternyata sistem dan proses pertanian kita yang kurang baik, sehingga menghasilkan karbon hitam dan menyebabkan polusi. Para petani di Indonesia biasa menggunakan sistem ladang berpindah, yang digunakan untuk membersihkan hutan secara cepat untuk pertanian pangan, perkebunan, dan perternakan. Pertanian  dengan sistem modern merupakan salah satu sumber terbesar polusi pemanasan global.
Hutan kita dari tahun ke tahun makin berkurang akibat adanya penebangan liar, pembukaan lahan untuk tambang batu bara, dan untuk perkebunan sawit. Sungguh disayangkan hutan kita harus rusak, yang menyebabkan bumi kita tidak seimbang. Padahal hutan mampu menyerap kembali CO2 di atmosfer dan dapat mengurangi pemanasan global.
Indonesia sebagai salah satu penambang batu bara terbesar di dunia. Banyak perusahaan asing yang menanam saham di Indonesia. Khususnya dipulau kalimantan, batu bara sudah menjadi hal yang mendarah daging disini. Batu bara sangat mudah ditemui, hampir setiap hari saya melihat batu bara yang diangkut oleh kapal tongkang melewati sungai mahakam yang entah kemana arah tujuannya. Tambang batu bara di kalimantan timur bisa dibilang “gila-gilaan banyak dan besarnya. Bahkan ada tambang batu bara, yang menggunkan sistem “open pit” yang berada didalam kota dan bedekatan langsung dengan pemukiman warga sekitar. Sungguh aneh, tambang batu bara yang menghasilkan polusi begitu besar dan berbahaya bagi warga sekitar, bisa mendapatkan izin untuk tetap berjalan meski di kawasan pemukiman. Belum lagi bekas tambang batu bara yang tidak direklamasi. Kebanyan tambang batu bara di kaltim setelah habis diambil batunya, langsung ditinggal tanpa adanya reklamasi. Seharusnya perusahaan tersebut bertanggung jawab atas keadaan alam yang mereka rusak. Setidaknya 60% dari keadaan awal. Semoga para elemen pemerintah dan para pengusaha tambang batu bara terketuk hatinya untuk membuat dan menjalakankan peraturan atau sistem yang lebih baik, sehingga dampak negatif bagi lingkungan tidak terlalu besar.
sangat tidak adil rasanya alam kami di rusak, namun batu bara kami di nikmati oleh negara lain, dan dampak negatifnya seluruh dunia merasakannya. Pembeli tetap batu bara indonesia adalah Jerman, China, dan india. Beberapa kota di jerman sampai sekarang masih menggunakan sumber energi listrik yang berbahan dari pembakaran batu bara.
Sumber energi relatif yang kita pakai sebagai pengganti bahan bakar fosil harus memilik sumbangan karbon dioksida yang lebih rendah daripada yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil.
Bahan bakar kita yang berbasis karbon, mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda. Minyak dan gas alam mempunyai lebih banyak energi, setiap ponnya, daripada batu bara. Tetapi minyak bumi menghasilkan 40% lebih banyak CO2 daripada gas, dan batu bara menghasilkan 40% lebih banyak dari pada minyak. Kayu, satu-satunya bahan bakar berbasis karbon yang dapat diperbaharui, memuat energi paling kecil dengan berat yang sama.
Kita harus segera mencari sumber energi alternatif untuk menstabilkan dunia ini. Sumber energi yang menghasilkan sedikit kadar CO2, CH4, dan gas-gas lainnya. Sudah banyak penelitian para ilmuwan tentang sumber energi alternatif ini, seperti energi panas matahari, energi angin, energi panas bumi, energi biomassa-biofuel, hingga energi nuklir. Namun, semua sumber energi alternatif tersebut masih mempunyai kekurangan. Setelah saya membaca dan memahami, menurut saya sumber energi alternatif yang aman dan baik digunakan yaitu menggunakan energi panas matahari, energi angin, dan energi biomassa-biofuel. Menurut saya ke 3 sumber energi alternatif diatas yang paling aman untuk digunakan dan dikembangkan secara luas.
Hampir tidak ada tempat didunia ini yang rasanya tidak pernah merasakan panas nya matahari. Hampir seluruh bagian bumi, pernah merasakan panasnya matahari. Karena itu energi ini sangat mudah untuk dikembangkan. Namun alat pengembangan untuk energi matahari sangat mahal, dan sistem utilitas dan perawatannya lumayan ribet, jadi kurang cocok untuk digunakan di negara-negara yang belum berkembang yang ekonominya belum stabil.
Jadi menurut saya energi yang patut dicoba yaitu energi angin dan biomassa. Untuk sumber energi angin, sistem kerja, utilitas, dan perawatannya sangat mudah, bisa dibilang paling mudah diantara semua energi alternatif yang ada. Memiliki polusi paling sedikit dan bisa menghasilkan setidaknya 5 megawatt untuk satu turbin kincir angin. Energi sebesar itu mampu menghidupkan satu kota. Negara yang memproduksi energi angin terbesar adalah Amerika serikat, dan Jerman, namun dalam beberapa tahun terakhir negara-negara lain mulai berlomba untuk mengembangkan energi ini, China khususnya akan membangun energi angin secara besar-besaran. Sedangkan energi biomassa bagus untuk dicoba. Karena kita menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Pada saat ini sedang dikembangkan pembuatan biomassa dengan bahan baku dari rumput mischanthus (rumput gajah) menjadi etanol. Rumput gajah menghasilkan etanol lebih banyak dibanding tebu dan jagung.
Dibeberapa daerah di Indonesia juga menggalakan aksi bank sampah. Iya bank sampah, tempat pengumpulan sampah yang bisa ditukar dengan rupiah, meskipun yang didapat tidak seberapa, tetapi animo masyarakat lumayan besar untung menabung di bank sampah. Sampah-sampah yang di kumpulkan tadi di daur ulang menjadi barang yang layak pakai dan memiliki nilai jual. Bahkan ada di samarinda, bisa mengolah sampah-sampah tersebut menjadi bahan bakar yang setara dengan bensin, meskipun nilai oktannya tidak sesempurna bensin. Penemuan ini sudah tersebar luas, kabarnya pihak pemerintah sudah siap bekerja sama untuk mendaur ulang sampah-sampah yang ada menjadi bahan bakar alternatif dalam skala besar.
Jadi harapan saya Indonesia bisa segera mengembangkan energi angin khususnya. Karena menurut saya Indonesia sangat berpotensi besar dalam pengembangan energi angin ini. Banyaknya daerah pegunungan di Indonesia yang tentu saja mempunyai curah angin lebih tinggi, sayang rasanya tidak digunakan dan dimanfaatkan demi kebaikan dunia. Dari sumber energi ini pun dapat meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru.
 


Banyak organisasi & komunitas yang mempunyai visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan bumi ini serta mengurangi dampak dari polusi yang sudah sangat melewati batas. Salah satunya teman-teman Earth Hour dari Samarinda. Beberapa waktu lalu mereka melakukan aksi yaitu memungut sampah untuk di tumpuk di TPA, serta melakukan aksi pemadaman lampu. Hampir setengah kota Samarinda turut melakukan aksi pemadaman lampu ini, meski dampaknya tidak langsung terasa kepada kita, namun hal itu sudah cukup membantu mengurangi penyebab pemanasan global dan mengurangi polusi. Komunitas Earth Hours juga ada di kota-kota besar lainnya, mereka pun melakukan aksi yang sama.


Di kampus saya pun melakukan aksi yang tidak kalah baiknya untuk menjaga kestabilan bumi kita. Di Universitas Mulawarman, khususnya Fakultas teknik, jurusan teknik lingkungan, pada tanggal 3 mei kemarin kami turut memperingati hari bumi dan kami melakukan aksi penanaman pohon dan kami semua berkomitmen untuk merawat dan menjaga pohon yang kami tanam. Ya ini semua merupakan langkah kecil yang bisa kami lakukan demi menjaga kestabilan bumi ini, kami pun terus berusaha dan terus berinovasi demi menjaga kestabilan bumi ini. 




Kamis, 06 Juni 2013

it's a long trip to muara badak



Tanggal 2-3 juni kemaren lagi ada kegiatan, yang mengharuskan saya dan teman-teman packing kecil-kecilan. Ya tempat yang kami tuju lumayan jauh dan ekstrim (buat anak perempuan/laki-laki setengah wanita). Tujuan kami pantai Muara Badak. Perjalanannya lumayan jauh, searah dengan menuju kota Bontang. Kami berangkat minggu pagi sekitar jam 9. Kami semua berangkat naik sepeda motor. Sebenarnya sudah ada beberapa teman yang udah nunggu dimuara badak, jujur kami yang berangkat ini sama sekali buta arah dan gak tau dimana pantai nya, modal nekat aja udah cukup.

Saya sendiri berangkat sama adam. Untuk masalah touring, perjalanan jauh udah ahlinya maklum lah si doi emang anak motor-motor gitu. Dari samarinda-muara badak, saya yang joki motornya, adam jadi navigatornya. Terbukti sukses, adam hapal mati jalanan yang rusak dan berlobang, hasilnya kami selamat dan cepat sampai tujuan.

Sebenarnya tujuan utama kami bukan muara badak, tapi marangkayu desa tanjung limau yang jauhnya naudzubillah, sinyal aja gak ada. Sampai di pantai, kami langsung disambut hujan deras. Bagus! Jadi sekalian mandi. udah selesai mandi hujan ya saatnya having fun lah di pantai. Acara ini sebenarnya cuman buat senang-senang aja yang didasari sama materi organisasi, jadi sambil senang-senang sambil apat ilmu juga, mayan laaah.  

Camping kemaren diikutin 3 angkatan, dari angkatan 010 cuman ada 6 orang, 011 ada 16 orang dan dari 012 ada 30 orang. Terima kasih buat teman-teman 012 yang antusias buat ngikutin acara ini. acara kemaren saya sempat jadi pemateri tentang organisasi, saya kebagian waktu malam, waktunya api unggun. Keren gak? Hehehe ya lumayan lah materi saya. Lumayan masuk ke peserta semua.
Mandi? wah kalo mandi mah gak osah ditanya, kalau saya ada kesempatan sekecil apapun harus disempatkan untuk mandi, biar keren terus hahaha. Didekat pantai ada wc umum yang udah kami boking. Sebenarnya sih wcnya jauh dari kelayakan, tapi namanya cowo kami mandi koboi. Cuci-cuci sedikit biar keliatan seger. Kalo sholat, untungnya didekat situ ada masjid yang sebenarnya lebih kaya musholla. Dan epicnya,  cuman kami yang menggunakan masjid itu, masyarakat sekitar malah gak ada yang ke masjid. Gak ngerti kenapa.

Nah kalo urusan makan, awalnya kami dapat nasi bungkus. Kebetulan salah satu teman kami ada yang orang asli badak, rumahnya yaa sekitar 25 kilo dari pantai, lumayan jauh lah. Mamanya nyumbang makan buat kami semua. Ya syukur lah daripada gak ada. Nah makan malamnya, kita pada masak. Kaya lomba gitu, masak nasi goreng. Bahan dan alat udah pada disiapin sama panitia. Dann, jadinya bukan nasi goreng, tapi nasi pink. Ya karena kurang saos jadi aneh aja dimakan hahaha. Kalo rasa nomor 2, yang penting kenyang hahaha. Sayangnya saya & adam gak ikut masak-masak ini. waktu malam itu kami ditugaskan buat beli sumbu kompor. Sumbu kompor? Dikota aja repot carinya, ini cari di pedesaan? Semoga tuhan mendengar doa kami.

Oke kami berangkat. Melewati perjalanan yang cukup memacu adrenalin. Setelah keluar dari kawasan angker tadi, saya ditelfon. Dan ternyata, sumbunya sudah ada. Dongkol sih, tapi mau diapain lagi, udah jalan sejauh ini. akhirnya kami memutuskan untuk cari maka dulu di kota (bukan kota sih, cuman lebih rame lah dari kawasan pantai). kotanya aja subhnallah sepi. Kami makan sate, santai-santai dulu, beli bekal, baru berangkat lagi menuju pantai.

Sampai dipantai udah pada duduk dengar materi, dan saya udah siap buat materi sebelum semuanya pada tidur. Tidur kami kemarin bisa dibilang agak ekstrim. Para peserta sih lumayan lah, beralaskan terpal dan beratapkan terpal. Kami para panitia dan senior, beralaskan spanduk kecil tanpa atap. Dan alhamdulillah bangun pagi badan gatal-gatal, masuk angin. Ya wajar laah, pantai bro, hewan nya banyak, angin nya kenceng. 

Nah perginya kami selamat dan tenang. Pulangnya? Disaster. kami (saya+adam) balik duluan karena udah gak tahan sama keadaan perut  yang lapar. Oke kami pulang. Belum keluar dari pantai, kami udah di siram air hujan. Bensin mau habis, untung ada jas hujan. Tapi tetap was-was jalanan yang licin. Alhamdulillah akhirnya kami bisa ngelewatin ujian tadi. Sepanjang jalan cuman bisa doa dan doa. hahaha 

Ada beberapa hal epic yang saya pikirkan dan alami selama di sana kemarin :
  • Kalau mau cari kehidupan atau orang jualan atau apapun itu, kamu harus siap nempuh perjalanan 7 KM dari pantai. dengan medan yang subhanallah ngerinya. Pikirin aja kalo kehabisan bensin ditengah jalan? Pikir aja sendiri
  • Disana listrik cuman nyala dari jam 6 pagi-6 sore. Setelah itu gelap gulita tanpa cahaya. Bayangkan aja sendiri
  • Disana pipa-pipa minya dari Vico bisa ditemuin dan di sentuh dengan mudah. Gak bayang kalo salah satu dari pipa ada yang bocor dan blow up. Naudzubillah
  • Yang saya bingung. Masyarakat disana mata pencahriannya apaan ya? Pegawai perusahaan? Okelah tapi gak mungkin semuanya kan? Siapa tau aja ada yg jadi pelukis, penari kali. Mungkin aja.
ya itu petualangan saya kemarin. Cukup senang dan dapat berbagai pengalaman yang aneh2. Kalo ditanya kapan mau kembali kesana. Mikir-mikir 10000 kali dulu deh, ampun pak. Hahahaha

Tapi warga dan masyarakat disana ramah dan baik semua, welcome lah. See you muara badak!




 Nah ini baru nyampe pantai, gaya sok asik dulu














                                                                



                                           Ini waktu sore dipantai









ini waktu sore di pantai. ya meskipun gak sebagus pantai di bali, tapi cukup menenangkan hati. subhanallah




     bersama navigator, adam ----->






ceritanya sunset