Pages

Senin, 16 September 2013

Panti asuhan Untung tuah





Hari sabtu, 14 september 2013 kemarin HMTK ngadain acara lagi. Yang termasuk rangkaian hut HMTK. Kami mengadakan baksos di panti asuhan untung tuah samarinda.

Kami mengumpulkan sumbangan berupa uang, baju layak pakai, dan sembako dari anggota HMTK. Meskipun gak seberapa banyak, tapi kami senang bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan untung tuah.

Untuk penyerahan secara simbolis hanya dihadiri beberapa teman-teman dari HMTK termasuk saya sebagai dokumentasi. Di sana kami disambut oleh ibu nasrah, pengurus dari untung tuah, yang sudah mengabdi kurang lebih 20 tahun.



Dari cerita ibu nasrah, kalo di perhatikan baik-baik, banyak banget hal-hal yang bisa dijadiin pelajaran. Untung tuah ini khusus melayani anak-anak keterbelakangan mental dan fisik. Banyak dari mereka yang dititipkan oleh orang tuanya secara langsung, dngan alasan malu memelihara anak mereka yang memiliki kekurangan. Meskipun ada beberapa anak yang diantar langsung oleh departemen sosial. 

Dengar kasus gitu, hati rasa nya ga enak. Orang tua apa yang malu dengan keadaan anaknya sendiri. Meskipun memiliki kekurangan tapi anak itu anugerah tuhan. Itu sama aja menyia-nyiakan anugerahnya, tapi itu pilihan orang, kita cuman bisa mengambil pelajarannya aja. Banyak juga dari mereka setelah lulus sampai SMA luar biasa, disarankan untuk pulang kerumah masing-masing atau kembali kepada orang tuanya, namun tidak sedikit yang menolak untuk pulang. Mereka lebih memilih tinggal diuntung tuah, yang mungkin jauh lebih sederhana keadaanya dengan rumah asli mereka. alasannya, mereka minder dengan dirinya sendiri. Mereka takut gak dianggap keberadaannya, jika keluar dari untung tuah. Bahkan kepercayaan mereka pun hilang dengan orang tuanya sendiri.



Mereka pun tidak menginginkan dengan keadaan yang kekurangan seperti itu, namun Allah swt punya rahasia sendiri, setiap manusia punya jalannya masing-masing. Mereka pun ingin hidup normal layaknya manusia sempurna, ingin memiliki kesempatan yang sama, ingin diakui, ingin mandiri, tapi apa daya keadaan berkata lain. 

Tapi untung tuah juga menghasilkan anak-anak yang berprestasi, ada beberapa atlit porcanas, berasal dari untung tuah, mendapat medal emas dan sekarang jadi PNS, alhamdulillah.

Makanya, buat manusia-manusia diluar sana, termasuk diri saya sendiri. Banyak-banyak lah bersyukur jika kita terlahir sempurna, tidak ada cacat mental maupun fisik. Bersyukurlah, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini, berguna lah bagi diri sendiri dan orang lain. Manfaatkan sisi positif pada diri kita. tidak ada lagi alasan untuk minder, merasa ga punya kesempatan, malas, rendah diri, kita harus sering-sering melihat diluar sana, banyak keadaan saudara kita  yang jauh dibawah keadaan kita sekarang. Dan jangan lupa, untuk tetap tawadhu. Jangan jadi manusia yang sombong dengan segala kelebihan kita, bersyukurlah, insya allah sifat sombong bakal hilang.

Semoga mulai hari ini, khususnya buat saya sendiri, apapun yang saya lakukan harus bermanfaat, tidak ada waktu untuk malas-malasan, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberi Allah swt kepada saya, tidak suudzon, positif thingking, dan semoga Allah swt memberikan saya keturunan yang sempurna baik akal dan fisiknya. Amin ya allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar