Hari sabtu, 14 september 2013 kemarin
HMTK ngadain acara lagi. Yang termasuk rangkaian hut HMTK. Kami mengadakan
baksos di panti asuhan untung tuah samarinda.
Kami mengumpulkan sumbangan berupa
uang, baju layak pakai, dan sembako dari anggota HMTK. Meskipun gak seberapa
banyak, tapi kami senang bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan
untung tuah.
Untuk penyerahan secara simbolis
hanya dihadiri beberapa teman-teman dari HMTK termasuk saya sebagai
dokumentasi. Di sana kami disambut oleh ibu nasrah, pengurus dari untung tuah,
yang sudah mengabdi kurang lebih 20 tahun.
Dari cerita ibu nasrah, kalo di
perhatikan baik-baik, banyak banget hal-hal yang bisa dijadiin pelajaran. Untung
tuah ini khusus melayani anak-anak keterbelakangan mental dan fisik. Banyak dari
mereka yang dititipkan oleh orang tuanya secara langsung, dngan alasan malu
memelihara anak mereka yang memiliki kekurangan. Meskipun ada beberapa anak
yang diantar langsung oleh departemen sosial.
Dengar kasus gitu, hati rasa nya
ga enak. Orang tua apa yang malu dengan keadaan anaknya sendiri. Meskipun memiliki
kekurangan tapi anak itu anugerah tuhan. Itu sama aja menyia-nyiakan
anugerahnya, tapi itu pilihan orang, kita cuman bisa mengambil pelajarannya
aja. Banyak juga dari mereka setelah lulus sampai SMA luar biasa, disarankan
untuk pulang kerumah masing-masing atau kembali kepada orang tuanya, namun
tidak sedikit yang menolak untuk pulang. Mereka lebih memilih tinggal diuntung
tuah, yang mungkin jauh lebih sederhana keadaanya dengan rumah asli mereka. alasannya,
mereka minder dengan dirinya sendiri. Mereka takut gak dianggap keberadaannya,
jika keluar dari untung tuah. Bahkan kepercayaan mereka pun hilang dengan orang
tuanya sendiri.
Mereka pun tidak menginginkan
dengan keadaan yang kekurangan seperti itu, namun Allah swt punya rahasia
sendiri, setiap manusia punya jalannya masing-masing. Mereka pun ingin hidup
normal layaknya manusia sempurna, ingin memiliki kesempatan yang sama, ingin
diakui, ingin mandiri, tapi apa daya keadaan berkata lain.
Tapi untung tuah juga menghasilkan
anak-anak yang berprestasi, ada beberapa atlit porcanas, berasal dari untung
tuah, mendapat medal emas dan sekarang jadi PNS, alhamdulillah.
Makanya, buat manusia-manusia
diluar sana, termasuk diri saya sendiri. Banyak-banyak lah bersyukur jika kita
terlahir sempurna, tidak ada cacat mental maupun fisik. Bersyukurlah,
manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini, berguna lah bagi diri sendiri dan
orang lain. Manfaatkan sisi positif pada diri kita. tidak ada lagi alasan untuk
minder, merasa ga punya kesempatan, malas, rendah diri, kita harus
sering-sering melihat diluar sana, banyak keadaan saudara kita yang jauh dibawah keadaan kita sekarang. Dan jangan
lupa, untuk tetap tawadhu. Jangan jadi manusia yang sombong dengan segala
kelebihan kita, bersyukurlah, insya allah sifat sombong bakal hilang.
Semoga mulai hari ini, khususnya
buat saya sendiri, apapun yang saya lakukan harus bermanfaat, tidak ada waktu
untuk malas-malasan, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberi Allah swt
kepada saya, tidak suudzon, positif thingking, dan semoga Allah swt memberikan
saya keturunan yang sempurna baik akal dan fisiknya. Amin ya allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar