Pernah ngurus surat-surat, dokumen-dokumen dan hal-hal
yang berkaitan dengan surat-menyurat? Gimana sistem administrasi di Indonesia? Sudah
baik kah? Sudah lebih mudah kah? Disini saya hanya menyampaikan pandangan dari
yang saya alami masalah surat-menyurat, administrasi di Indonesia.
Jadi waktu itu, mau ngadain acara di kampus. Oke syaratnya
harus punya surat izin dari fakultas dan rektorat. File sudah lengkap dan apik dengan
segala isinya yang ribet, persiapan acara pun sudah 99%, sisa surat izin yang
kami butuhkan. Ibarat perang, semua udah siap tempur, tinggal nunggu komando
& perintah perang aja nih. Setelah mulai mengrurus semuanya, dari pihak
fakultas alhamdulillah dipermudah. Satu lagi masalahnya, izin dari rektorat. Ternyata
ada yang namanya sistem disposisi. Yang harusnya surat bisa jadi secepat kilat
tanpa harus ribet dan lama nunggu, malah dipersulit dengan sistem disposisi.
Sumpah gak ngerti apa maksud sistem disposisi surat. Malah
perasaan gak efisien. Kami juga yang ngurus surat ngerasa terombang-ambing gak
jelas, kadang suratnya sama bapak inilah, terus nanti sama ibu ini lah. Repot! Buang-buang
waktu. Ternyata alasannya biar bisa diteliti dan dikaji acara yang diajukan itu baik apa tidak. Boleh
sih di kaji dan diteliti, tapi gak gitu juga kali. Ya gak?
Apa cuman Indonesia yang masih make sistem ini? sumpah
kolot. Seakan-akan semua orang harus tau isi surat itu apa. Masih bingung
kenapa masih pertahanin sistem yang repot gini. Coba kerja efisien aja, untuk
urusan perizinan langung dengan orang yang bersangkutan tanpa perantara dan bla
bla bla lah. Kan lebih mudah, lebih ngerti gimana acara yang mau dibuat. Selain
efisien, itu juga bisa ngurangin kertas, ngurangin korupsi, ngurangin buang-buang
waktu.
Kemarin juga waktu buka kaskus, ternyata pak SBY juga
lagi bahas masalah perizinan dan administrasi yang katanya repot. Katanya sih
semoga sistem yang sekarang bisa berubah lebih baik. Yah pak, kalau berharap
aja mana bakal berubah tu sistem.
Kalau negara kita mau maju,ya dari hal-hal dasar harus
banyak yang diubah. Harus modern, efisien, cerdas. Ya kita sebagai rakyat biasa
bisa apa? Just waiting on the world to change.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar